Posts

Traveling ; Bawa Uang Tunai, Voucher Belanja atau Kartu?

Image
Ngomong-ngomong soal traveling nih ya,  kalian biasanya bawa uang tunai atau lebih senang bawa kartu ATM, kartu kredit dan derivasinya? Pastinya masing-masing punya alasan ya.  Semua pilihan ada plus minusnya.   Versi saya, bawa uang tunai secukupnya, bawa kartu ATM juga dan satu lagi biasanya saya bawa voucher belanja.  Coba kita bahas satu-satu deh.   Continue reading....

Wahana Baru Dufan

Image
Dufan selalu di hati Rasanya kembali ke masa kecil kalau udah ke Dufan deh Setiap permainannya selalu memberi sensasi penuh kejutan Contiue Reading....

Kali Pucung

Image
Pernah merasakan keseruan arung jeram? Nah kali ini saya au cerita arung jeram versi mini alias river tubing.  Jadi kita meluncurnya di atas ban-ban karet yang bergerak mengikuti arus air dalam gang sempit bahkan melintasi terowongan Continue Reading....

Filosofi Angklung

Image
Angklung bukan sekedar alat musik. Angklung hadir dengan sarat pesan kearifan lokal yang menyertainya.   Bukan hanya menyajikan harmonisasi indah yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa yang berpadu dengan kreasi seni, angklung juga memiliki pesan-pesan kehidupan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Continue reading...

Indahnya Toleransi dari Dusun Jlono Kemuning Karanganyar

Image
Libur lebaran tahun ini kami mengunjungi Desa Jlono, Kemuning, Karanganyar Ikut bapak Paryanto dan bu Erna yang mudik ke kampung halamannya. Sebuah desa yang asri, sejuk dan hijau dengan hamparan kebun teh, sayuran dan jeruk di lereng Gunung Lawu, tak jauh dari Candi Cetho dan Candi Sukuh Penduduk desa Jlono sangat beragam, meski sama-sama etnis Jawa, ada yang Hindu, Islam dan sebagian kecil Kristen. Ada tradisi yang unik di sini, saat lebaran, yang rame dikunjungi justru rumah-rumah umat Hindu. Yang menyiapkan hidangan kue kering dan makanan lainnya justru umat Hindu, karena warga muslimlah yang berkunjung ke rumah-rumah warga Hindu, untuk bersilaturahmi dan mohon maaf lahir batin atas kesalahan selama ini. Karena itu di rumah Pak Paryanto sudah 2 hari ini ramai sekali. Banyak keluarga dan tetangga yang datang berkunjung

Museum Kebangkitan Nasional STOVIA

Image
Hai hai hai Tahukah kalian kalau di Jakarta ada museum kece yang dulunya adalah Sekolah Kedokteran pertama di Indonesia?  Kebaya.  ng dong isinya kayak apa... Yes, isi museumnya adalah alat-alat kedokteran jaman dulu.  Ruang belajar bahkan asrama yang dipakai oleh para pelajar.  Dulu, pelajar sekolah kedokteran memang harus masuk asrama dengan disiplin yang sangat ketat dan jadwal teratur.  Dan ini selama 9 tahun.  Apa gak ngelotok tuh jadi dokternya.  Pantes aja dokter jadul tuh pinter-pinter banget ya. Mau tau cerita lengkapnya? KLIK DISINI

Pulau Cipir

Image
“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” Sepertinya peribahasa paling pas deh buat mewakili perjalanan kami hari itu.  Bagaimana tidak, dalam sekali perjalanan kami benar-benar berlabuh di tiga dermaga, tiga pulau berbeda. Setelah sebelumnya menjelajah Pulau Kelor dengan Benteng Martellonya yang menawan, lalu mengunjungi museum dan makam-makam tua di Pulau Onrust yang pada masanya tak pernah beristirahat maka perjalanan terakhir menuju Pulau Cipir. Matahari masih terik di atas sana, meskipun perlahan sudah bergeser menuju peraduan.  Tapi hawa laut tak pernah berbohong, panasnya tetap saja menyengat.  Sesungguhnya kaki kami sudah lelah setelah menjelajah Onrust, Pak Ary dan mas Yoki sempat menawarkan, ” mau langsung balik ke Muara Kamala atau lanjut ke Cipir ?” Selengkapnya klik DISINI